5 Cara Optimasi Gambar di Website Supaya SEO Friendly

Dedi

5 Cara Optimasi Gambar di Website Supaya SEO Friendly

Anda bisa menerapkan cara optimasi gambar di website ini supaya gambar yang ada situs web Anda SEO friendly. Gambar dapat digunakan untuk memberikan ilustrasi atau penjelasan visual mengenai konten yang tersedia di website. Dengan adanya gambar, pengunjung dapat lebih mudah memahami dan mengingat informasi yang disampaikan.

Selain itu, gambar juga dapat membantu meningkatkan pengalaman pengguna dengan memberikan elemen visual yang menarik dan mempercantik tampilan website. Pengguna akan merasa lebih puas dan terkesan dengan tampilan visual yang menarik. Dan juga bisa meningkatkan ranking pada pencarian gambar.

Manfaat Optimasi Gambar di Website

Optimasi gambar adalah proses mengurangi ukuran file gambar tanpa mengorbankan kualitas visual secara signifikan. Hal ini penting terutama dalam konteks pengembangan web. Berikut adalah beberapa alasan mengapa optimasi gambar menjadi penting:

1. Kecepatan Loading Halaman

Gambar yang tidak dioptimalkan dengan baik bisa memperlambat waktu muat halaman. Semakin besar ukuran file gambar, semakin lama halaman web memerlukan waktu untuk diunduh oleh pengguna. Kecepatan loading yang lambat dapat mengakibatkan pengalaman pengguna yang buruk dan dapat mempengaruhi peringkat SEO.

2. Penghematan Bandwidth

Gambar yang dioptimalkan mengurangi penggunaan bandwidth. Ini dapat bermanfaat terutama bagi pengguna dengan koneksi internet yang lambat atau terbatas. Pengguna yang mengakses situs atau aplikasi dari perangkat mobile juga akan mendapatkan manfaat dari penghematan bandwidth.

3. Penyimpanan Server

Ukuran file yang lebih kecil berarti penggunaan ruang penyimpanan server yang lebih efisien. Ini dapat mengurangi biaya penyimpanan dan memungkinkan situs web atau aplikasi untuk beroperasi lebih efisien.

4. Optimasi SEO

Kecepatan loading halaman adalah faktor penting dalam algoritma peringkat mesin pencari. Situs web yang lebih cepat memiliki keunggulan dalam peringkat SEO. Dengan mengoptimalkan gambar, Anda dapat meningkatkan kecepatan loading halaman dan meningkatkan posisi situs web Anda dalam hasil pencarian.

5. Pengalaman Pengguna yang Lebih Baik

Pengguna cenderung lebih suka berinteraksi dengan situs web yang memberikan pengalaman pengguna yang cepat dan responsif. Optimasi gambar membantu menciptakan pengalaman pengguna yang lebih baik dengan mempercepat waktu loading halaman.

6. Responsif pada Perangkat Mobile

Perangkat mobile memiliki batasan bandwidth dan kecepatan koneksi yang berbeda-beda. Optimasi gambar membantu memastikan bahwa situs web tetap responsif dan dapat diakses dengan baik di perangkat mobile.

7. Penghematan Penggunaan Data pada Perangkat Seluler

Bagi pengguna perangkat seluler yang memiliki batasan kuota data. Optimasi gambar dapat membantu menghemat penggunaan data mereka, sehingga memberikan pengalaman yang lebih terjangkau.

Dengan mengoptimalkan gambar, Anda dapat meningkatkan performa dan efisiensi situs web Anda menciptakan pengalaman pengguna yang lebih baik. Serta memenuhi persyaratan kecepatan loading yang diperlukan untuk mendukung strategi pemasaran online dan SEO.

Baca Juga: Apa itu Plugin AMP WordPress dan Cara Instalasinya

Inilah 5 Cara Optimasi Gambar di Website

Optimasi gambar di website merupakan salah satu langkah penting dalam meningkatkan performa situs web. Hal ini dapat mempengaruhi kecepatan loading halaman dan pengalaman pengguna. Berikut adalah beberapa cara optimasi gambar di website:

1. Pilih format gambar yang tepat

Memilih format gambar yang tepat sangat penting untuk memastikan kualitas visual yang baik dan ukuran file yang optimal. Ada banyak format gambar yang umum digunakan untuk kebutuhan website seperti JPEG, PNG, GIF dan SVG.

Format JPEG cocok untuk gambar dengan banyak warna dan detail, terutama gambar foto. JPEG menggunakan kompresi yang hilang dan dapat menyesuaikan tingkat kompresi untuk mengurangi ukuran file. Namun, perlu diingat bahwa semakin tinggi tingkat kompresi, semakin rendah kualitas gambarnya.

Format PNG cocok untuk gambar dengan latar belakang transparan atau gambar grafis seperti logo, ilustrasi vektor, atau gambar dengan banyak teks. PNG menggunakan kompresi tanpa kehilangan sehingga kualitas gambarnya lebih baik dibandingkan JPEG. Namun, ukuran file PNG biasanya lebih besar daripada JPEG.

Format GIF cocok untuk gambar animasi atau gambar dengan sedikit warna, seperti logo yang sederhana atau ikon-ikon kecil. GIF menggunakan kompresi tanpa kehilangan dan hanya memiliki 256 warna, sehingga tidak cocok untuk gambar yang kompleks atau berwarna-warni.

Terakhir format SVG (Scalable Vector Graphics) digunakan untuk gambar vektor yang dapat diubah ukuran tanpa kehilangan kualitas. SVG ideal untuk ikon atau elemen grafis yang membutuhkan fleksibilitas dalam ukuran dan resolusi.

Selain mempertimbangkan format gambar yang tepat, ada baiknya juga melihat faktor lain seperti kecepatan loading dan kompatibilitas dengan berbagai perangkat dan browser. Jadi, pilih format gambar yang paling sesuai dengan konten dan kebutuhan website Anda.

2. Kompres Gambar

Mengkompres gambar adalah salah satu cara optimasi gambar di website. Ini untuk mengurangi ukuran file gambar tanpa merusak kualitas visualnya. Dalam mengkompres gambar, Anda dapat menggunakan berbagai alat online gratis atau perangkat lunak offline.

Anda dapat menggunakan TinyPNG yang merupakan alat kompresi gambar online yang sangat populer. Anda dapat mengunggah gambar PNG atau JPEG dan alat ini akan mengkompres gambar secara otomatis tanpa mengorbankan kualitas visualnya.

Optimizilla adalah alat kompresi gambar online lainnya. Anda dapat mengunggah hingga 20 gambar sekaligus dan mengatur tingkat kompresi yang diinginkan. Atau menggunakan Compressor.io mengompres gambar baik dalam format JPEG, PNG, atau GIF. Anda dapat mengunggah gambar atau menambahkan URL gambar langsung.

Jika Anda memiliki Adobe Photoshop, Anda dapat menggunakan fitur Save for Web atau Export As yang dapat mengoptimalkan gambar tanpa kehilangan kualitas visual yang signifikan. Atau bisa menggunakan GIMP yaitu perangkat lunak pengeditan gambar gratis yang memiliki fitur kompresi gambar. Anda dapat mengatur kualitas dan ukuran file hasil kompresi.

Selain itu Anda juga menggunakan plugin WordPress untuk mengkompres gambar. WP Smush adalah plugin kompresi gambar populer untuk WordPress. Plugin ini mengkompres gambar secara otomatis dan juga dapat digunakan untuk mengoptimalkan gambar yang sudah ada di situs web.

Pastikan Anda menguji hasil kompresi gambar untuk memastikan bahwa tidak ada kehilangan kualitas visual yang signifikan. Yang terbaik adalah mencoba beberapa alat untuk menemukan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

3. Penggunaan tag ALT

Pentingnya selalu menggunakan tag ALT pada gambar tidak hanya terbatas pada manfaat untuk optimasi SEO. Tetapi juga mencakup memberikan informasi yang akurat kepada pengguna yang mengandalkan pembaca layar.

Dengan menerapkan tag ALT, Anda tidak hanya meningkatkan keterlihatan konten visual di mesin pencari. Namun juga menciptakan pengalaman aksesibilitas yang lebih inklusif bagi individu dengan kebutuhan khusus.

Pemberian deskripsi yang tepat melalui tag ALT pada gambar dapat memberikan konteks yang jelas tentang isi visual. Ini memastikan bahwa pembaca layar dapat menginterpretasikan dan memahami gambar dengan benar.

Inisiatif ini merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan digital yang ramah aksesibilitas. Termasuk mereka yang memiliki keterbatasan visual, dapat mengakses informasi secara penuh dan merasa terlibat dalam pengalaman online.

Dengan demikian, penggunaan tag ALT tidak hanya menjadi praktik terbaik dalam strategi SEO. Tetapi juga mencerminkan komitmen terhadap inklusi dan aksesibilitas bagi seluruh audiens pengguna internet.

Baca Juga: Apa itu Web 2.0? Pengertian, Kelebihan dan Kekurangannya

4. Ubah File Name Gambar

Cara optimasi gambar di website yang berikutnya adalah mengubah nama file gambar. Tindakan ini tidak hanya memberikan dampak positif pada SEO. Namun juga secara signifikan meningkatkan keterlihatan dan keselarasan gambar dengan konten di situs Anda.

Dengan mengubah nama file gambar, Anda dapat menciptakan deskripsi yang lebih kontekstual dan relevan terkait dengan isi gambar tersebut. Ini tidak hanya membantu mesin pencari memahami dan mengindeks gambar dengan lebih baik.

Tetapi juga memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik. Nama file yang bermakna dapat memberikan informasi tambahan kepada pengguna tentang apa yang diharapkan dari gambar tersebut sebelum mereka melihatnya, meningkatkan tingkat ketertarikan dan keterlibatan pengguna.

Selain itu, pengubahan nama file gambar juga berdampak positif pada aksesibilitas situs web. Nama file yang deskriptif dapat membantu pengguna dengan keterbatasan visual atau menggunakan pembaca layar untuk memahami konten gambar dengan lebih baik.

Oleh karena itu, menganggap serius proses mengubah nama file gambar merupakan langkah proaktif dalam menciptakan situs web yang tidak hanya dioptimalkan untuk mesin pencari, tetapi juga ramah pengguna dan inklusif bagi berbagai jenis audiens.

5. Gunakan Dimensi Gambar yang Sesuai

Ukuran gambar dan dimensi gambar adalah dua aspek yang berbeda. Ukuran gambar merujuk pada seberapa besar ruang penyimpanan yang digunakan oleh gambar di situs web Anda, yang umumnya diukur dalam KB (kilobyte) atau MB (megabyte).

Di sisi lain, dimensi gambar mengacu pada lebar dan tinggi gambar dalam piksel. Menggunakan gambar dengan dimensi yang tidak sesuai dapat menghambat kecepatan memuat situs web Anda.

Sebagai contoh, jika Anda menggunakan gambar berukuran 500 x 500 px untuk thumbnail berukuran 50 x 50 px. Browser harus mengunduh dan menyesuaikan skala gambar sebelum menampilkannya kepada pengunjung situs.

Untuk menghindari hal ini, disarankan untuk menampilkan gambar yang telah diskalakan. Gambar yang sudah disesuaikan dengan dimensi yang dibutuhkan oleh situs web. Baik itu gambar dengan lebar penuh atau thumbnail kecil, akan meningkatkan efisiensi.

Untuk merubah ukuran gambar sesuai dengan kebutuhan situs web, Anda dapat menggunakan alat seperti Adobe Photoshop atau GIMP secara offline, atau menggunakan editor gambar online seperti PicResize.

Meskipun memangkas gambar menggunakan pustaka media WordPress atau alat bawaan lainnya mungkin memungkinkan. Namun melakukannya sebelum mengunggahnya ke situs dapat menghindari pembuatan beberapa versi dari gambar asli dan menghemat ruang disk tambahan.

Kesimpulan

Dengan mengoptimasi gambar pada website, Anda dapat meningkatkan kecepatan loading halaman dan pengalaman pengguna. Sebisa mungkin, coba terapkan cara optimasi gambar di website yang telah disebutkan di atas.

Supaya konten-konten Anda dioptimalkan dengan gambar yang tepat, Anda bisa menggunakan jasa SEO Toprank. Layanan SEO Agency kami sangat memahami betul cara optimasi gambar pada website, sehingga membuatnya lebih SEO friendly.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi digital marketing agency Toprank Indonesia. Kami siap membantu Anda untuk meningkatkan ranking, traffic, prospek potensial dan konversi website Anda dengan layanan SEO yang profesional.

Published On: November 15th, 2023 / Categories: SEO News /
Pelajari Juga

Tingkatkan traffic website dengan layanan SEO kami. Segera pesan paket SEO Toprank untuk dapatkan hasil terbaik!