Apa Perbedaan Data Visual dan Data Digital?

Dedi

perbedaan data visual dan data digital

Data adalah sekumpulan informasi yang diperoleh dari pengamatan atau pencarian ke berbagai sumber tertentu. Data harus di olah, agar menjadi informasi yang penting untuk orang yang membutuhkan.

Dalam jenisnya, data bisa berupa visual dan digital. Perbedaan data visual dan digital terletak pada rekaman yang dihasilkan. Lebih jelasnya, simak artikel berikut ini untuk mengenai data visual dan data digital.

Pengertian Data Visual dan Data Digital

Sebelum membahas perbedaannya, ketahui dulu pengertian dari data visual dan data digital.

1. Data visual

Data visual adalah data hasil rekaman dalam bentuk gambar atau foto. Gambar berupa foto adalah gambar suatu benda yang diambil dengan kamera dari sebuah lokasi tertentu, contohnya gambar foto yang diambil dari pesawat terbang, maka data visualnya adalah foto udara.

2. Data digital

Data digital adalah data hasil rekaman berupa angka atau huruf. Data ini merujuk pada nilai spektral dari objek yang terekam oleh sensor yang direpresentasikan sebagai rangkaian simbol diskrit.

Memahami Perbedaan Data Visual dan Data Digital

Perbedaan data visual dan data digital, yaitu data visual berupa foto dan data digital berupa angka. Supaya lebih paham mengenai data visual dan data digital, berikut penggunaan data visual dan data digital yang sering dilakukan untuk kepentingan bisnis.

Perbedaan Data Visual

Data visual yang berupa rekaman data berupa gambar atau foto dibutuhkan untuk menyampaikan sebuah informasi agar lebih mudah dipahami. Data visual atau visualisasi data dapat mempercepat audiens dalam memahami data dibandingkan data yang hanya berupa tulisan.

Baca Juga: 10 Mesin Pencari Terbaik yang Bakal Jadi Pesaing Google

Berdasarkan penelitian, data visual 60.000 kali lebih cepat ditangkap oleh otak manusia dibanding jenis data atau konten lainnya. Adapun penggunaan data visual dalam sebuah artikel, baik untuk edukasi maupun promosi bisnis memiliki sejumlah fungsi. Berikut beberapa fungsi menggunakan data visual.

  • Mempermudah pemahaman data

Penggunaan data visual sangat dibutuhkan untuk mempermudah seseorang dalam memahami suatu data atau informasi. Adanya tambahan data visual yang bisa dilihat dapat memberikan pemahaman yang lebih baik dari informasi yang disampaikan dalam sebuah tulisan.

Data visual biasanya berupa foto atau gambar yang bisa lebih baik dalam menyampaikan informasi, dibandingkan dengan artikel yang hanya berupa teks saja. Jika pembaca menyimak tulisan dalam artikel tidak terlalu memahaminya, data visual akan sangat membantu.

  • Meningkatkan nilai produk atau jasa

Data visual juga penting dalam sebuah bisnis. Penggunaan data visual dapat membantu meningkatkan nilai produk atau jasa yang ditawarkan. Hal ini karena data visual lebih cepat untuk dipahami pengguna.

Sebagian orang mungkin tidak memiliki waktu atau malas untuk mempelajari suatu data dari artikel sehingga menggunakan data visual sebagai solusinya. Hadirnya data visual ini memberikan kenyamanan untuk pembaca menyimak informasi atau data yang disuguhkan.

  • Meningkatkan pemahaman tentang operasional bisnis

Fungsi data visual dapat meningkatkan operasional bisnis. Adanya data visual, dapat mempersingkat waktu. Data foto atau gambar dapat digunakan untuk strategi pemasaran yang dalam suatu bisnis.

  • Memberdayakan orang dengan advance analytics

Perbedaan data visual dan data digital secara garis besar ada pada jenis rekaman datanya. Data visual berupa gambar atau foto dapat memberikan informasi yang lebih interaktif dan menarik.

Pada sebuah bisnis, data visual dapat digunakan untuk menganalisis pasar dan minat produk atau jasa. Hal ini tentunya akan membantu perusahaan untuk menganalisis data lebih optimal.

Perbedaan Data Digital

Data yang berupa rekaman angka ini lebih banyak dibutuhkan untuk analisis perusahaan untuk mengembangkan bisnis. Jika data visual lebih banyak berhubungan dengan target pasar, maka data digital ini lebih banyak berhubungan dengan perusahaan itu sendiri.

  • Data digital untuk website

Data digital banyak diperlukan untuk peningkatan kinerja website. Mungkin salah satu data yang paling sering digunakan adalah trafik, seberapa banyak orang mengunjungi website Anda.

Namun untuk website sebenarnya tidak hanya menggunakan data dari trafik website saja. Berikut beberapa kumpulan data digital yang dapat membantu meningkatkan kinerja website.

  1. Page view
  2. Visitor
  3. Traffic
  4. Session
  5. Traffic by device
  6. Traffic by channel
  7. Interactions per visit
  8. Time on page

Data digital di atas hanya sebagian saja karena masih banyak data yang bisa digunakan untuk analisis kinerja website. Bagi pemula, semua data di atas sudah sangat cukup.

  • Data digital untuk lead magnet

Perbedaan data visual dan data digital ada pada pemanfaatannya. Jika data visual dimanfaatkan untuk menarik pembaca atau target pasar, data digital lebih dimanfaatkan untuk pelaku bisnisnya. Data digital dapat digunakan untuk lead magnet dengan beberapa sumber data seperti berikut.

  1. Submission
  2. Call to Action (CTA)
  3. Conversion rate
  4. Popup conversion
  5. Free trial conversion rate
  6. Leads to close ratio
  7. Ratio of generated leads to marketing qualified lead
  • Data digital untuk email marketing

Ada beberapa data yang bisa dimanfaatkan perusahaan untuk menganalisis apakah email marketing yang dilakukan sudah maksimal atau belum. Berikut beberapa matriks digital untuk email marketing.

  1. Click-through rate
  2. Pen rate
  3. Bounce rate
  4. Open device
  5. Unsubscribe rate
  • Data digital untuk konten media sosial

Bagi konten kreator yang menggunakan media sosial perlu memahami perbedaan data visual dan data digital serta penggunaannya. Beberapa contoh data digital yang bisa digunakan untuk membatu meningkatkan kinerja konten media sosial antara lain:

  1. Subscribes
  2. Follows
  3. Engagement rate
  4. Share
  • Data digital untuk e-commerce

Adanya data digital yang diperoleh e-commerce dapat membantu mereka untuk merancang promosi, membangun strategi, dan mengambil keputusan yang lebih tepat. Beberapa data yang bisa digunakan untuk membantu para e-commerce mencakup data-data yang melibatkan user atau pengguna.

Baca juga: Apa itu SMO (Social Media Optimization)?

Contohnya adalah data shopping chart abandonment rate. Data ini berisi daftar belanjaan yang dibuat pengguna tanpa adanya tindakan lanjutan atau checkout. Jadi, hanya berupa keranjang belanja.

Apakah Data Visual dan Data Digital Penting?

Bentuk rekaman data antara visual dan digital berbeda, begitu juga dengan fungsinya. Dalam digital marketing setiap data tersebut tentunya penting untuk meningkatkan bisnis.

Penting menggunakan layanan digital marketing yang dapat membantu kegiatan promosi produk atau jasa. Salah satu layanan digital marketing agency jakarta yang bagus untuk Anda adalah Toprank Indonesia. Layanannya beragam, mulai dari jasa SEO, YouTube Ads, Google Ads, artikel SEO, website design, dan lain-lain.

Nah, itulah beberapa informasi yang seputar data visual dan data digital. Setelah memahami perbedaan data visual dan data digital, Anda bisa menggunakannya lebih baik sesuai fungsinya masing-masing.

Published On: September 19th, 2022 / Categories: Tips Digital /
Pelajari Juga

Tingkatkan traffic website dengan layanan SEO kami. Segera pesan paket SEO Toprank untuk dapatkan hasil terbaik!