Apa Itu Redirect Loop, Dampak Dan Cara Memperbaikinya 

Aini

Redirect Loop

Redirect loop adalah masalah yang bikin website kamu nggak bisa dibuka karena terus-terusan dialihkan ke halaman yang sama tanpa henti. Masalah ini sering bikin pengunjung bingung dan bisa merusak peringkat website di Google. Di artikel ini, kamu akan tahu apa itu redirect loop, kenapa bisa terjadi, dan cara mudah memperbaikinya supaya website Anda lancar dan pengunjung betah!

Apa Itu Redirect Loop?

Pernahkah Anda membuka sebuah website lalu mendapati pesan error “ERR_TOO_MANY_REDIRECTS”? Nah, inilah yang disebut sebagai redirect loop. Redirect loop terjadi ketika sebuah URL dialihkan ke URL lain, lalu URL tersebut justru mengarahkan balik ke URL pertama. Hasilnya? Proses pengalihan itu terus berputar tanpa ujung, seperti berada dalam sebuah lingkaran setan yang tak kunjung selesai.

Coba bayangkan skenarionya seperti ini: URL A melakukan 301 redirect ke URL B. Lalu, URL B justru diarahkan lagi ke URL C. Nahasnya, URL C kembali dialihkan ke URL A. Siklus seperti ini akan membuat browser kebingungan, sampai akhirnya menyerah dan memunculkan pesan error tadi.

Biasanya, masalah ini muncul karena konfigurasi pengalihan yang kurang rapi. Bisa jadi Anda pernah mengatur redirect di server, lalu di waktu yang berbeda menambahkan aturan redirect baru melalui CMS (misalnya WordPress) atau bahkan CDN. Tanpa sadar, dua sistem pengalihan ini saling bertabrakan dan menciptakan loop.

Misalnya, di file konfigurasi server ada redirect dari URL A ke URL B. Tapi di plugin redirect CMS Anda, malah diatur redirect dari URL B ke URL A. Jadilah pengunjung terjebak di lingkaran redirect tanpa jalan keluar.

Inilah kenapa penting menggunakan redirect loop checker untuk memantau jalur pengalihan URL Anda. Dengan begitu, Anda bisa mendeteksi sedini mungkin apakah ada 301 redirect loop, atau bahkan kombinasi pengaturan yang menyebabkan masalah.

Baca Juga: Apa itu Sneaky Redirects? Dampak dan Cara Memperbaikinya 

Dampak Redirect Loop untuk Performa Website

Masalah redirect loop ini bukan cuma soal error di layar. Ada banyak dampak serius di baliknya, mulai dari performa website yang buruk hingga ancaman turunnya peringkat di hasil pencarian. Mari kita kupas satu per satu.

1. Memperlambat Waktu Muat Halaman

Redirect loop itu ibarat perjalanan yang penuh putaran U-turn. Alih-alih langsung tiba di tujuan, browser dipaksa berkeliling tanpa arah. Setiap kali browser dialihkan, ada permintaan baru ke server yang memakan waktu tambahan.

Jika biasanya halaman bisa dimuat dalam 2-3 detik, redirect loop bisa membuatnya menjadi 10 detik bahkan lebih. Dalam skenario terburuk, halaman tidak akan pernah termuat karena browser akan berhenti mencoba setelah melewati batas pengalihan yang diperbolehkan.

Pengunjung tentu tidak mau menunggu terlalu lama. Begitu melihat website gagal dimuat, mereka cenderung menutup tab atau beralih ke situs lain. Akibatnya, bounce rate melonjak. Ini pertanda buruk bagi pengalaman pengguna, apalagi jika website Anda mengandalkan konversi, seperti toko online atau halaman pendaftaran.

2. Merusak Peringkat Website di Mesin Pencari

Google dan mesin pencari lain punya standar ketat soal kecepatan website. Semakin cepat halaman dimuat, semakin baik peluang Anda untuk tampil di hasil pencarian teratas.

Redirect loop tidak hanya memperlambat website, tapi juga membuang-buang crawl budget. Crawl budget adalah batasan berapa banyak halaman yang bisa diindeks oleh Googlebot dalam satu waktu. Kalau bot Google sibuk berputar-putar mengikuti redirect yang tidak berkesudahan, halaman penting di website Anda justru bisa terlewatkan untuk diindeks.

Akibatnya? Visibilitas website Anda di hasil pencarian menurun. Tidak peduli seberapa bagus konten yang Anda buat, kalau Google tidak sempat mengindeksnya, maka potensi trafik organik akan hilang sia-sia.

3. Membebani Server dan Menyebabkan Crash

Setiap redirect itu ibarat seseorang mengetuk pintu server Anda dan meminta petunjuk arah. Bayangkan jika satu orang datang meminta petunjuk berulang-ulang tanpa pernah pergi lama-lama Anda lelah, bukan?

Nah, server pun demikian. Redirect loop menghasilkan permintaan berulang yang terus-menerus. Jika jumlah pengunjung banyak atau website sedang ramai, beban server bisa meningkat drastis. Ini bisa menyebabkan website jadi lemot atau bahkan crash total.

Terutama jika Anda menggunakan shared hosting atau server dengan kapasitas terbatas, redirect loop bisa menjadi ancaman serius bagi stabilitas website.

Baca Juga: Redirect 301: Pengertian, Manfaat dan Cara Menggunakannya

Cara Memperbaiki Redirect Loop

Redirect loop memang menyebalkan, apalagi kalau muncul setelah Anda susah payah mengamankan website dengan sertifikat SSL. Biasanya, begitu SSL terpasang, Anda perlu mengatur agar website otomatis dialihkan ke versi HTTPS yang lebih aman. Tapi kalau pengaturannya tumpang tindih atau bertabrakan, justru muncul error ERR_TOO_MANY_REDIRECTS.

cara kerja redirect loop

Tenang, masalah ini bisa diatasi dengan langkah yang sistematis. Umumnya, ada tiga penyebab utama kenapa redirect loop terjadi. Mari kita bahas satu per satu dari yang paling umum hingga ke penyebab yang lebih teknis.

1. Ada Redirect yang Bertabrakan

Penyebab paling sering dari redirect loop adalah adanya aturan pengalihan yang saling berlawanan. Misalnya, Anda sudah membuat aturan redirect manual di file .htaccess, tapi tanpa sadar Anda juga menambahkan aturan serupa melalui panel hosting atau plugin di CMS. Akhirnya, kedua aturan itu saling tarik-menarik, membuat browser terjebak dalam lingkaran pengalihan.

Cara paling sederhana untuk mengecek ini adalah dengan menonaktifkan sementara file .htaccess. Caranya gampang, cukup ubah nama file tersebut (misalnya jadi htaccess_backup). Setelah itu, coba akses website Anda lewat mode incognito agar tidak ada gangguan dari cache atau cookie. Jika website kembali normal, berarti memang ada masalah di dalam aturan redirect di .htaccess.

Agar lebih rapi, aktifkan kembali file tersebut lalu periksa satu per satu aturan redirect-nya. Biasanya, aturan seperti RewriteRule atau Redirect 301 yang perlu dicek. Kalau Anda kurang familiar dengan script-nya, jangan ragu untuk minta bantuan developer atau tim IT Anda agar tidak salah langkah.

Selain itu, jika Anda menggunakan layanan hosting seperti hPanel, manfaatkan fitur redirect checker di sana untuk melihat daftar pengalihan yang sudah Anda buat. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui apakah ada redirect chains atau aturan yang saling berputar.

2. Pengaturan SSL di Cloudflare Belum Tepat

Kalau Anda menggunakan Cloudflare sebagai CDN atau firewall, ada kemungkinan loop terjadi karena pengaturan SSL yang tidak sinkron. Ini sering dialami oleh pengguna yang mengaktifkan HTTPS, tapi pengaturan SSL di Cloudflare malah membuatnya bingung bolak-balik antara HTTP dan HTTPS.

Biasanya masalah muncul kalau mode SSL/TLS yang dipilih tidak sesuai. Di Cloudflare, ada beberapa opsi seperti Flexible, Full, dan Full (Strict). Jika Anda mengaktifkan SSL di server, pastikan pengaturan Cloudflare juga berada di Full atau Full (Strict), bukan Flexible. Kenapa? Karena Flexible akan membuat Cloudflare mencoba mengakses server Anda via HTTP, padahal server Anda sudah minta HTTPS. Inilah yang memicu loop.

Selain itu, cek juga apakah fitur Universal SSL di Cloudflare sudah aktif. Anda bisa menemukan pengaturan ini di bagian SSL/TLS → Edge Certificates. Kalau belum aktif, segera nyalakan agar komunikasi antar server dan browser berjalan aman dan konsisten.

Langkah sederhana ini biasanya sudah cukup untuk memutus rantai redirect loop yang melibatkan Cloudflare.

3. Salah Setting URL di WordPress

Kalau Anda pengguna WordPress, ada satu jebakan klasik yang sering menjadi biang kerok redirect loop: pengaturan URL yang tidak sinkron di database. Biasanya ini terjadi ketika Anda baru saja memasang SSL, tapi lupa memperbarui URL situs agar semuanya menggunakan HTTPS.

Untuk memperbaikinya, Anda perlu masuk ke phpMyAdmin (biasanya tersedia di cPanel atau hPanel), lalu cari database yang digunakan website Anda. Di sana, buka tabel wp_options, lalu cari dua kolom penting: siteurl dan home.

Pastikan keduanya sudah menggunakan format https://namadomainanda.com. Kalau masih http://, segera ubah ke https://. Langkah sederhana ini sering kali langsung menyelesaikan masalah redirect loop yang terjadi di halaman login seperti wp-admin redirect loop.

Sebagai tambahan, Anda juga bisa menggunakan redirect plugin yang terpercaya untuk mengelola pengalihan URL dengan lebih tertib. Dan untuk pengecekan cepat, manfaatkan redirect check Chrome extension agar Anda bisa melihat jalur pengalihan dengan lebih jelas saat membuka website.

Baca Juga: Google Penalty: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Maksimalkan Performa Website Tanpa Masalah Redirect

Redirect loop memang bisa menjadi mimpi buruk bagi pemilik website. Selain mengganggu pengalaman pengunjung, masalah ini juga dapat menurunkan peringkat SEO di mesin pencari. Dengan memahami penyebab dan cara mengatasinya, Anda bisa menjaga performa website tetap stabil dan optimal. Namun, untuk hasil yang lebih maksimal, tentu dibutuhkan dukungan dari tim ahli yang memahami SEO secara menyeluruh.

Toprank Indonesia hadir sebagai jasa SEO yang siap membantu mengoptimalkan kinerja website Anda, termasuk dalam menangani masalah redirect secara tuntas. Dengan strategi yang tepat, sebagai SEO Agency yang tepercaya, kami akan membantu Anda menembus halaman pertama Google secara efektif. Percayakan kebutuhan SEO Anda pada ahlinya!

Referensi:

  • https://idwebhost.com/blog/cara-mengatasi-redirects-chain-dan-loop-di-wordpress/
  • https://gudangssl.id/blog/redirect-loop/
  • https://www.conductor.com/academy/redirects/faq/redirect-loops/
Published On: Juni 16th, 2025 / Categories: SEO Tips /
Pelajari Juga

Tingkatkan traffic website dengan layanan SEO kami. Segera pesan paket SEO Toprank untuk dapatkan hasil terbaik!