Apa itu Search Engine Evaluator? Ini Syarat yang Harus Dipenuhi!

admin

search engine evaluator

Di balik layar setiap pencarian Google atau Bing yang kamu lakukan, ada ribuan proses algoritma yang bekerja secara otomatis. Namun, tahukah kamu bahwa sebagian akurasi hasil pencarian itu juga dibantu oleh manusia? Ya!  orang-orang tersebut dikenal sebagai Search Engine Evaluator (SEE)

Profesi ini kini banyak diminati, terutama karena bisa dikerjakan dari rumah dengan fleksibilitas tinggi dan peluang kerja lintas negara.

Artikel ini akan membahas secara tuntas apa itu Search Engine Evaluator, tugasnya, persyaratannya, hingga prospek dan tantangannya di era digital saat ini.

Apa Itu Search Engine Evaluator?

Search Engine Evaluator (SEE) adalah seseorang yang bertugas menilai relevansi dan kualitas hasil pencarian mesin pencari seperti Google, Bing, atau Yahoo. Mereka memberikan umpan balik langsung kepada pengembang algoritma tentang apakah hasil pencarian yang muncul sudah sesuai dengan maksud pengguna atau belum.

Misalnya, ketika seseorang mengetik “restoran Korea terdekat”, mesin pencari akan menampilkan hasil otomatis. Tugas SEE adalah menilai apakah hasil yang muncul memang relevan (misalnya restoran Korea sungguhan di lokasi pengguna) atau justru tidak relevan (misalnya blog lama tanpa lokasi jelas).

Perusahaan besar seperti Google, Microsoft, dan Yahoo tidak langsung mempekerjakan evaluator ini, tetapi bekerja sama dengan perusahaan pihak ketiga seperti Appen, TELUS International, dan RaterLabs, yang kemudian merekrut freelancer dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Menurut FlexJobs, peran SEE sangat penting karena membantu algoritma mesin pencari menjadi lebih cerdas dan manusiawi. Evaluator menjadi jembatan antara “kecerdasan buatan” dan “kecerdasan manusia.”

Mengapa Pekerjaan Ini Dibutuhkan?

Mesin pencari memang memiliki algoritma superkompleks, tetapi tetap saja tidak selalu bisa memahami konteks atau maksud manusia secara sempurna.

Contohnya, kata “baterai” bisa berarti:

  • baterai ponsel,
  • baterai mobil listrik,
  • atau bahkan baterai AA isi ulang.

Di sinilah peran manusia diperlukan. SEE membantu mengoreksi kesalahan interpretasi semacam ini dengan memberi masukan apakah hasil pencarian sudah tepat sasaran.

Selain itu, hasil pencarian juga sangat dipengaruhi budaya, bahasa, dan konteks lokal. Misalnya, istilah “warung kopi” di Indonesia berbeda maknanya dengan “coffee shop” di Amerika. Oleh karena itu, evaluator dari tiap negara dibutuhkan untuk menilai hasil pencarian sesuai dengan konteks lokalnya.

Baca Juga: Bagaimana Cara Kerja Search Engine Google?

Jobdesk Seorang Search Engine Evaluator

Tugas utama SEE adalah menganalisis hasil pencarian berdasarkan pedoman (guidelines) yang disediakan perusahaan. Panduan ini bisa mencapai ratusan halaman dan mencakup berbagai skenario pencarian.

Secara umum, tanggung jawab seorang SEE meliputi:

1. Menilai relevansi hasil pencarian

Apakah hasil yang muncul sesuai dengan maksud pengguna? Misalnya, jika pengguna mencari “hotel murah di Bali,” apakah hasil yang ditampilkan benar-benar tentang hotel murah di Bali, bukan promosi tiket pesawat?

2. Menilai kualitas konten

Apakah halaman tersebut memberikan informasi yang valid, terkini, dan dapat dipercaya? Evaluator perlu memeriksa sumber, kredibilitas, serta orisinalitas konten.

3. Menganalisis berbagai jenis hasil

Tak hanya tautan web, tetapi juga hasil berupa gambar, video, berita, hingga peta.

4. Memberikan rating dan laporan

Setelah analisis, evaluator akan memberikan skor tertentu sesuai pedoman, lalu mengirimkan hasil penilaian tersebut ke sistem.

5. Menyesuaikan dengan update algoritma

Panduan penilaian bisa berubah seiring waktu karena mesin pencari selalu diperbarui. SEE wajib mengikuti pelatihan internal atau membaca pembaruan modul.

Menurut Indeed.com, pekerjaan ini bukan hanya tentang menilai “baik atau buruk,” tetapi menuntut pemahaman konteks yang kuat serta kemampuan analisis yang tajam.

Syarat dan Keterampilan yang Dibutuhkan

Berikut adalah syarat dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi search engine evaluator:

1. Penguasaan Bahasa Inggris

Hampir semua instruksi dan modul pelatihan disajikan dalam bahasa Inggris. Oleh karena itu, kemampuan membaca dan memahami teks bahasa Inggris sangat penting.
Beberapa perusahaan juga meminta pelamar menjalani tes bahasa sebelum diterima.

2. Perangkat dan Internet Stabil

Karena seluruh proses dilakukan secara online, kamu wajib memiliki komputer atau laptop dengan koneksi internet yang cepat dan stabil.
Sebagian perusahaan bahkan merekomendasikan koneksi minimal 10 Mbps agar tidak mengganggu akses ke sistem kerja seperti UHRS (Universal Human Relevance System) — platform yang sering digunakan evaluator.

3. Akun Pembayaran Digital

Sebagian besar perusahaan membayar evaluator menggunakan PayPal atau Payoneer dalam bentuk mata uang asing seperti USD atau Euro. Memiliki akun pembayaran digital menjadi syarat wajib agar penghasilan bisa ditarik ke rekening lokal.

4. Akun Windows Live ID

Untuk mengakses sistem seperti UHRS, evaluator biasanya membutuhkan akun Microsoft (Windows Live ID). Platform ini merupakan jembatan antara evaluator dan sistem kerja yang dikelola oleh Microsoft.

5. Keterampilan Analisis dan Riset

Evaluator dituntut berpikir kritis dan teliti dalam menilai relevansi hasil pencarian.
Kamu juga harus mampu melakukan riset cepat untuk memastikan apakah sebuah halaman benar-benar akurat atau hanya spam.

6. Pengetahuan Dasar SEO dan Teknologi Web

Meski tidak wajib, memahami cara kerja SEO (Search Engine Optimization) akan sangat membantu. Kamu akan lebih peka terhadap faktor-faktor seperti kata kunci, struktur halaman, dan kualitas konten.

Baca Juga: Apa Itu E-E-A-T? Prinsip Penting Google dalam Menilai Kualitas Konten

Gaji dan Skema Pembayaran Search Engine Evaluator

Menurut data Glassdoor, rata-rata gaji seorang Search Engine Evaluator di seluruh dunia adalah sekitar USD 17 per jam, atau sekitar USD 35.000 per tahun untuk posisi penuh waktu.

Namun, di Indonesia, posisi ini umumnya bersifat freelance atau part-time, dengan bayaran bervariasi tergantung proyek. 

Kisaran rata-rata berada di antara USD 5–10 per jam (sekitar Rp80.000–Rp160.000 per jam), tergantung perusahaan dan tingkat kesulitan proyek.

Sebagian evaluator Indonesia bekerja untuk perusahaan seperti:

  • Appen
  • TELUS International
  • RaterLabs
  • Remotasks
  • Clickworker

Pekerjaan ini cocok bagi mahasiswa, ibu rumah tangga, atau siapa pun yang ingin menambah penghasilan tanpa harus terikat jam kantor.

Kelebihan dan Kekurangan Pekerjaan Search Engine Evaluator

Kelebihan Search Engine Evaluator:

1. Fleksibilitas Tinggi

Kamu bisa bekerja dari mana saja dan kapan saja, asalkan ada internet stabil. Cocok untuk pekerja remote atau digital nomad.

2. Tidak Butuh Gelar Tinggi

Selama kamu bisa mengikuti pedoman dan berpikir analitis, kamu bisa diterima tanpa harus bergelar sarjana teknologi.

3. Pengalaman Global

Kamu berinteraksi dengan sistem dan standar internasional, yang bisa memperkaya pengalaman profesionalmu.

4. Kontribusi Nyata untuk Dunia Digital

Hasil kerjamu membantu jutaan orang di dunia menemukan informasi yang lebih akurat.

Kekurangan Search Engine Evaluator:

1. Pendapatan Tidak Selalu Stabil

Karena proyek sering bersifat sementara, bisa saja ada masa “kosong” di antara proyek satu dengan lainnya.

2. Kerja yang Kompleks 

Pedoman penilaian bisa mencapai ratusan halaman dan memerlukan konsentrasi tinggi untuk dipahami.

3. Tidak Semua Proyek Sesuai Minat

Kadang kamu harus menilai topik yang tidak kamu sukai, termasuk isu sensitif.

4. Kompetisi Global

Karena sifatnya remote, pelamar dari seluruh dunia bisa bersaing untuk posisi yang sama.

Baca Juga: Apa Itu User Experience (UX) dan Hubungannya dengan Hasil Pencarian?

Tantangan di Era AI dan Masa Depan Profesi SEE

Munculnya AI generatif seperti ChatGPT dan Gemini (Google Bard) memang membuat sebagian orang khawatir bahwa profesi evaluator akan tergantikan.

Namun, justru sebaliknya: menurut TELUS International, peran evaluator manusia semakin dibutuhkan untuk melatih dan memperbaiki model AI.

Evaluator kini tidak hanya menilai hasil pencarian teks, tapi juga:

  • Menilai kualitas output AI,
  • Mengoreksi jawaban chatbot,
  • dan mengidentifikasi bias algoritma agar AI menjadi lebih etis dan akurat.

Dengan kata lain, Search Engine Evaluator kini berevolusi menjadi bagian penting dari Human-in-the-Loop AI System. sistem di mana manusia tetap memegang kendali atas proses pembelajaran mesin.

Kaitannya Pekerjaan Search Engine Evaluator dengan Teknik SEO

Pekerjaan Search Engine Evaluator dan teknik SEO (Search Engine Optimization) saling berkaitan karena keduanya berfokus pada kualitas hasil pencarian di mesin pencari.

Seorang Search Engine Evaluator bertugas menilai seberapa relevan dan bermanfaat hasil pencarian yang muncul untuk kata kunci tertentu. Evaluator memberikan masukan kepada mesin pencari agar algoritma dapat menampilkan hasil yang paling sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Sementara itu, SEO adalah serangkaian teknik untuk mengoptimalkan website agar muncul di peringkat atas hasil pencarian. Strategi SEO mencakup riset kata kunci, pembuatan konten berkualitas, optimasi struktur web, dan peningkatan otoritas situs melalui backlink.

Keduanya memiliki hubungan erat karena hasil evaluasi dari Search Engine Evaluator menjadi acuan bagi algoritma mesin pencari, dan praktisi SEO menyesuaikan strategi mereka agar sesuai dengan kriteria tersebut. Evaluator menilai konten berdasarkan relevansi, keakuratan, dan kualitas, sedangkan SEO berusaha memenuhi standar itu melalui optimasi konten dan pengalaman pengguna.

Singkatnya, Search Engine Evaluator membantu mesin pencari memahami kualitas hasil pencarian, sedangkan SEO membantu website menyesuaikan diri dengan standar kualitas tersebut agar tampil lebih baik di hasil pencarian.

Tertarik Menjadi Search Engine Evaluator? 

Menjadi Search Engine Evaluator bukan sekadar pekerjaan freelance biasa.

Profesi ini menuntut ketelitian, rasa ingin tahu, dan kemampuan berpikir kritis. Kamu bukan hanya menilai hasil pencarian, kamu membantu membentuk cara internet bekerja bagi jutaan pengguna di seluruh dunia.

Dengan peluang kerja global, fleksibilitas waktu, dan potensi penghasilan yang kompetitif, SEE bisa menjadi batu loncatan menarik bagi siapa pun yang ingin menapaki karier di dunia digital, riset data, atau bahkan kecerdasan buatan.

Namun, agar bisa sukses, pastikan kamu:

  • Menguasai bahasa Inggris,
  • Memiliki koneksi internet yang baik,
  • dan siap belajar terus-menerus mengikuti perubahan algoritma.

Seiring teknologi berkembang, peran manusia yang mampu berpikir kritis dan memahami konteks justru akan semakin berharga.

Dan di tengah lautan data yang terus meluas, para Search Engine Evaluator adalah kompas yang memastikan mesin pencari tetap memahami arah manusia.


Untuk update insight terbaru seputar Search Engine Evaluator dan perkembangan search engine lainnya, Toprank Indonesia siap menjadi sumber referensi tepercaya dengan sudut pandang yang relevan dan up to date. Ikuti terus pembaruan dari Toprank Indonesia agar Anda tidak ketinggalan informasi penting di dunia mesin pencari dan digital marketing.

Published On: Februari 5th, 2024 / Categories: SEO Tips /
Pelajari Juga

Tingkatkan traffic website dengan layanan SEO kami. Segera pesan paket SEO Toprank untuk dapatkan hasil terbaik!